Pameran Tunggal Kyre
<< back

Pameran Tunggal Kyre dan Tutur Baru Lowbrow *

Anda mungkin akrab dengan nama-nama berikut ini. Robert Williams, yang dikenal dengan karyanya pada sampul kaset “Appetite for Destruction” milik Guns N’ Roses. Gary Panter, dengan ciri khas ratty line style yang melejit lewat kreasinya pada karakter kartun “Post Nuclear Punk Rock” bernama Jimbo dalam komik strip LA hardcore punk paper Slash dan pada majalah RAW era 70-an. Atau barangkali Inka Essenhigh, yang punya karakteristik pop surealis beratmosfir imajinatif. Ketiga seniman tua pada seni lowbrow ini terkenal akan ciri khas yang selalu mereka tuangkan pada masing-masing karyanya.

Setidaknya, tiga nama itu jugalah yang mungkin terlintas di benak Anda ketika menikmati sebuah karya seni visual pada goresan unik yang khas milik Oky Rey Montha Bukit. Kyre, begitu seniman itu biasa disapa, memiliki sentuhan visualisasi yang sarat penuturan imajinatif. Karya-karyanya selalu disajikan dalam balutan gaya kartun surealis ratty line style, yang juga ditunjang berbagai objek bernuansa kelam ala buku-buku ilustrasi tua.

Ate thebait : Karya-karyanya selalu disajikan dalam balutan gaya kartun surealis ratty line style.

Terlepas dari beberapa faktor “turun-temurun” pada lowbrow art, karya-karya Kyre seakan melahirkan perkembangan baru pada nuansa lowbrow art hari ini, membawa nuansa budaya seniman jalanan. Pencitraan karakter kasar yang sengaja dipilih, yang merujuk kepada bentuk komik underground dengan warna-warna khas punk pada era 70an akhir ke dalam bentuk sekelumit rentetan karya yang berkesinambungan satu sama lain, merupakan sebuah penuturan kuat tehadap sisi humor kritis yang menjadi gagasan penting dalam lowbrow art.

Dalam karyanya itu hadir pula berbagai pendukung berupa teka-teki “self problem solution for universal”, baik secara visualisasi maupun pada tag kata yang tertulis pada ilustrasi pita dalam  lukisan yang justru menjadi konsep awal pada tiap karya lowbrow yang dituangkannya ke dalam kanvas. Masing-masing simbol tersebut bermain-main untuk mengatasi problematika hidup.

Louisse : sebuah teatrikal fantasi bersentuhan satir yang berjalan pada screen-screen sebuah film saat kita melewati dari satu karya ke karya yang lainnya.

Bagi para penikmat dan pemerhati seni, karya-karya Kyre ini dapat Anda saksikan di Tujuh Bintang Art Space, Yogyakarta, mulai 1 April depan.

Sejumlah karya lowbrow yang dikemas ke dalam sebuah cerita diri yang diolah lagi berdasarkan simbol-simbol ikonik bisa sangat atraktif dan mengajak kita berpikir tentang problematika hidup bisa ditemukan dalam Pameran Tunggal Kyre ini. Layaknya sebuah teatrikal fantasi bersentuhan satir yang berjalan pada screen-screen sebuah film saat kita melewati dari satu karya ke karya yang lainnya, Kyre akan mengajak kita bermain dan bercerita lewat karakteristik tokoh yang diciptakannya dalam memecahkan problematika hidup. Kiranya, ajakan ini dapat dibagi bersama bagi para penikmat seni visual.


Arya Wirawan
Penulis di komunitas TempatKencink Syndicate, tinggal di Yogya.


Profil Oky Rey Montha Bukit/Kyre

Seniman muda ini kini tengah merampungkan studinya di Desain Komunikasi Visual, ISI Yogyakarta, semester VIII. Salah satu keahlian desain yang dimilikinya diwujudkan dalam konsep dan kemasan karya-karyanya. Walaupun kini ia masuk dalam dunia seni rupa, ia tidak meninggalkan pola pikir desain yang dimanfaatkannya ketika mencipta karya hingga mempublikasikannya. Tak hanya seputar desain, beberapa musik gubahannya pun turut meramaikan dunia fantasinya, sebagai “penuntun” karya-karyanya. Musik yang beraliran “suggest” ini seakan membawa pendengar masuk ke dalam dunia fantasi seorang Kyre—sebuah petualangan imajinasi yang tersusun menjadi beberapa kata yang berirama.

Lahir di Yogyakarta dan dibesarkan di Kabanjahe, Sumatera Utara, Kyre memiliki segudang cerita pilu di masa lalunya. Cerita yang pada akhirnya ia kemas menjadi lukisan-lukisan fantasi  dengan warna-warna pastel lolypop yang menggemaskan ini akan mewarnai kanvas-kanvasnya yang  dipamerkan pada pameran tunggal perdananya. Kyre dikenal sebagai pribadi yang keras, bandel, dan terkadang menyulut kontroversi: mulai dari yang berbau keributan hingga gambar vulgar yang ia propagandakan. Namun bukan berarti semua itu tanpa alasan. Semua itu berasal dari pemikiran dan konsep yang tertata rapi sebelumnya.

Teks: Sukma Swarga Tiba
Foto: Danu Hernanto
 


<< back


Banner