Jakarta Art Distrik
<< back

The Other Side of Beauty

Pada 15 Juni kemarin, di Jakarta Art Distrik digelar acara pembukaan pameran lukisan tunggal bertajuk The Other Side of Beauty karya Wisnu Auri. Mengamati lukisan karya seniman muda  Yogyakarta yang akrab dipanggil dengan Wisnu Auri a.k.a Wowok ini, sedikit banyak mengingatkan pada gerakan-gerakan seni di Amerika pada masa 1970-an. Terutama pada gerakan New Image Painting yang dideklarasikan melalui sebuah pameran (Bad) Painting di Whitney Museum of Contempory Art, New York, 1978.
 

Lukisan-lukisan alumnus jurusan Seni Grafis, Fakultas Seni Murni, Institut Seni Indonesia ini sebagian besar merupakan proyeksi dari outline-outline dalam drawing, dengan kecenderungan ekspresionis seperti goresan-goresan charcoal. Ketidak teraturan dari subjeknya, yang terutama dipengaruhi oleh goresan ala ekspresionisme itu, membuat lukisan Wisnu cenderung dekat dengan gaya abstrak, meskipun gagasan artistiknya sama sekali tidak berangkat dari keinginan membuat lukisan abstrak. Wisnu juga mendapat banyak pengaruh dari model figuratif, sesuatu yang sesungguhnya banyak dianut oleh seniman-seniman muda masa kini dengan pendekatan pop-art atau komikal.

Selain lukisan, yang tak kalah menarik dari pernyataan estetika dalam pameran tunggal Wisnu Auri ini adalah instalasi dan objek tiga dimensinya. Sebagian besar dari objek-objek ini dibuat menggunakan bahan kayu, sesuatu yang sesungguhnya sangat dekat dengan keseharian Wisnu, meskipun bukan menjadi medium yang terus diakrabinya selama ini.


 


<< back