coEXISTence
<< back

Pameran Bersama Indonesia-Polandia 

Berangkat dari ide untuk memulai dialog, khususnya di bidang seni rupa kontemporer antara Asia dan Eropa, maka digelarlah pameran bersama Indonesia dan Polandia. Ide ini diprakarsai oleh DR Tomasz Wendland, Direktur Biennale Mediations, di Poznan, Polandia, yang menggandeng Indonesia untuk bersama-sama memamerkan kemolekan seni rupa masing-masing negara. Biennale akan dibuka pada tanggal 4 September 2010 sebagai perhelatan budaya terbesar, bersamaan dengan pelaksanaan  Konferensi ASEM (Asia-Europe Meeting), sebuah konferensi yang menghadirkan 43 Kementerian Budaya dari benua Asia dan Eropa yang akan membahas mengenai warisan budaya.
    
Mengambil tema coEXISTence, atau berjalan berdampingan, dapat diartikan sebagai melangkah lebih jauh. Merupakan sebuah keadaan pikiran, sebuah pengakuan yang damai dan lebih dari itu, sebuah kemitraan yang menyenangkan. Tema ini ditafsirkan bukan hanya sebagai toleransi namun juga kemauan untuk berbagi masa depan dan kolaborasi.
    
Acara ini diselenggarakan di Tembi Contemporary, Jl Parangtritis Km 8,5 Tembi, Timbulharjo, Sewon, Bantul Yogyakarta 55816. Menghadirkan 12  seniman asal Polandia dan 9  seniman Indonesia, pameran ini akan memamerkan sekitar tiga puluhan karya yang terdiri atas lukisan, fotografi, patung, video, video animasi dan instalasi. Karya seniman Polandia yang dipamerkan antara lain dari Aleksandra Knaflewski (SKA), Andrzej Wasilewski, Anna Klimczak , Dorota Chilinska, Jaan Tomik, Konrad Kuzyszyn, Leszek Knaflewski, Malgorzata Markiewicz, Roger Bourke, Tomas Vanek, Tomasz Wendland, Stano Masar. Sementara dari dalam negeri terdapat karya Anis Ekowindu, David Armi Putra, Gintani Nur Apresia Swastika, Indieguerillas, Iwan Widjono, Krisna Widiathama, Monster Poni, Wimo Ambala Bayang, Yuvita Dwi Raharti. (Irwansyah)
 


<< back